News Sticker
  •   PASTIKAN DIRI ANDA TERDAFTAR DALAM MENSUKSESKAN PEMILIHAN DAERAH GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR DKI JAKARTA (15 FEBRUARI 2017)  PERGUB NOMOR 11 TAHUN 2017 TENTANG IKON BUDAYA BETAWI RESMI DITANDATANGANI OLEH (PLT) GUBERNUR DKI JAKARTA (1/2/2017)   PERATURAN GUBERNUR(PERGUB) IKON BUDAYA BETAWI ANTARA LAIN ONDEL-ONDEL, KEMBANG KELAPA, ORNAMEN GIGI BALANG, BAJU SADARIAH KEBAYA KERANCANG, BATIK BETAWI, KERAK TELOR DAN BIR PLETOK 

  • 20 TAHUN BENYAMIN DALAM KENANGAN: REFLEKSI PERJALANAN PEJUANG BUDAYA BETAWI

    Rachmad Sadeli September 2015 Seni & Budaya

    Benyamin Sueb Sang Maestro Seni Hiburan Tanah Air


    “Saya akan terus membuat nyanyian atau lawakan dan juga main film untuk orang-orang kampung. Saya lebih suka ditinggalkan orang kota daripada ditinggalkan orang kampung,” kata Benyamin Sueb (Sumber: Buku Perjalanan karya Legenda Seni Pop Indonesia, Kompor Meleduk. Penerbit: Mizan, Bentang, The Creative Library, 2007)


    Majalah Betawi-Ucapan Benyamin Sueb sengaja saya sitir, dalam rangka peringatan 20 tahun Benyamin Dalam Kenangan yang digelar di Bens Radio, Jakarta Selatan (5/9) beberapa waktu lalu. Ya, di Indonesia siapa tak kenal beliau, seorang pria yang mendarmabaktikan hidupnya untuk kesenian Betawi, menyanyi dan film. Total dan berpihak pada rakyat kecil yang ditunjukkan dalam karyanya. Tujuannya digelarnya acara ini, menurut Muhamad Subuh, selaku ketua panitia, adalah “Merefleksi kembali perjalanan hidup Benyamin dalam berkarya dan melestarikan seni dan budaya Betawi. Temanya dari Bang Bens ke Bang Biem." Tema ini diangkat untuk pengingat generasi saat ini, tentang perjuangan Benyamin dalam berkarya di bidang film dan musik, serta pelestarian seni dan budaya Betawi.

    “Tidak sedikit penghargaan telah diterimanya, mulai dari piala Citra hingga setelah beliau wafat pemerintah DKI Jakarta memberikan penghargaan berupa nama jalan Benyamin Suaeb dibekas landasan pacu Bandara Kemayoran, serta penghargaan Ppahlawan Budaya oleh presiden Soesilo Bambang Yudhoyono,” tukas Subuh yang menjabat sebagai Manager Bens Radio.

    Berkat kegigihan Benyamin, buah manis penghargaan direngkuhnya. “Tidak sedikit penghargaan telah diterimanya, mulai dari piala Citra hingga setelah beliau wafat pemerintah DKI Jakarta memberikan penghargaan berupa nama jalan Benyamin Suaeb dibekas landasan pacu Bandara Kemayoran, serta penghargaan Ppahlawan Budaya oleh presiden Soesilo Bambang Yudhoyono,” tukas Subuh yang menjabat sebagai Manager Bens Radio. Rangkaian acaranya, diawali ziarah kubur oleh pihak keluarga dan Bens Radio, penggemar penggemar Benyamin atau komunitas Benyaimin Sueb Fans Club (BSFC), di Karet Bivak, Jakarta Selatan.. Selanjutnya digelar parade band betawi yang diikuti oleh: Getah Bacang Bang, The Babe Band, Sambel Goang Band dan Jibros Band. Rohamni dari BSFC mengatakan,”Komunitas yang hadir ade BSFC, PAB, PBP, BETIS, LAB, PSBK Sohib Bang Biem, komunitas motor BSFC Biker, BKMC, PIC UP dan lain-lain.”

    Acara juga di isi dengan dialog santai bersama Bens Leo (pengamat musik), Rusdi Saleh dan Efendi Yusuf (sesepuh Bamus Betawi) serta Biem Benjamin (putra ke 3 Benyamin Sueb). Bens Leo dalam pemaparannya mengatakan,” Benyamin merupakan sosok yang jenius dalam bidangnya. Dia mampu membawa Betawi ke pentas nasional, bahkan lebih luas, internasional. Dan satu kata buat benyamin adalah DAHSYAT!.” Selain penampilan Biang Kerok, acara di tutup dengan nonton bareng filem benyamin berjudul "Zoro Kemayoran".(Penulis: Rachmad Sadeli/Foto: Muhamad Subuh, Rohmani Vespa dan Heru Jatmiko).

    Related Post

    $(document).ready(function() {$('img#closed').click(function(){$('#bl_banner').hide(90);});});
    close
    Banner iklan disini