News Sticker
  •   PASTIKAN DIRI ANDA TERDAFTAR DALAM MENSUKSESKAN PEMILIHAN DAERAH GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR DKI JAKARTA (15 FEBRUARI 2017)  PERGUB NOMOR 11 TAHUN 2017 TENTANG IKON BUDAYA BETAWI RESMI DITANDATANGANI OLEH (PLT) GUBERNUR DKI JAKARTA (1/2/2017)   PERATURAN GUBERNUR(PERGUB) IKON BUDAYA BETAWI ANTARA LAIN ONDEL-ONDEL, KEMBANG KELAPA, ORNAMEN GIGI BALANG, BAJU SADARIAH KEBAYA KERANCANG, BATIK BETAWI, KERAK TELOR DAN BIR PLETOK 

  • MENGENANG LETJEN (PURN) HM SANIF: SELAMAT JALAN PEJUANG DARI GANG SENTIONG

    Rachmad Sadeli Januari 2017 Tokoh

    Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Telah berpulang kerahmatullah Letjen (Pur) H.M. Sanif 85 tahun, Kamis malam (7/5), jam 22.20 di RS Cito Krawang. Jenazah disemayamkan di Makodam Siliwang dan dimakamkan di TMP Bandung, sesuai amanat almarhum (Sumber: Becky Mardani, pegiat organisasi Betawi dan mantan Ketua Umum Mahasiswa Betawi).

    Waktu di layar handpone saya menunjukkan pukul 5. 50 WIB (8/5). Dari pesan di WhatsApp yang dikirim Becky Mardani ke saya, mengabarkan tentang wafatnya Letjen (Pur) H.M. Sanif pada usia 85. Orang luar biasa itu telah pergi, pikir saya. Alfatiha meluncur dari mulut saya buat beliau. Semoga sang Maha Kasih memberkatinya.

    Menelisik kiprah beliau, seperti melihat riak gelombang di lautan lepas. Kaya dengan pengalaman berbahaya dan bermakna. Ya, beliau adalah salah satu tokoh Betawi yang punya kiprah luar biasa di zaman revolusi fisik dan dunia ke-Betawian. “Di militer dikenal sebagai penggagas Infanteri (Infanteri merupakan pasukan tempur darat utama, dengan berjalan kaki dan dilengkapi persenjataan ringan, Red.). Beliau yang menangkap Kartosuwiryo (Pimpinan gerakan DI/TII yang ditangkap tahun 1962 dalam operasi Baratayudha, Red.),” kata Becky Mardani aka Bang Becky.

    Berbagai penugasan militer yang gemilang dilakoni pria kelahiran Kramat Sentiong, 16 Agustus 1930. Dalam operasi Trikora di Papua, ia berhasil mendapat tanda jasa Dharma Putra dari Komandan Mandala, Mayjen Soeharto. Pulang dari Papua, terjun di operasi Dwikora di Kalimantan, Kuching dan Sabah. Setelah itu berbagai penugasan di lakoni ke berbagai wilayah di Indonesia, Timor-Timor naik pangkat menjadi Brigjen, Pangdam Tanjung Pura, Pangdam Bukit Barisan pangkat Mayor Jendral . Tahun 1983, ia ditarik ke Mabes TNI dan ditugaskan sebagai Asisten Operasi ABRI dengan pangkat Letnan Jenderal. Dan 1985 beliau pensiun.

    Dalam dunia ke-Betawian kiprahnya juga tak kalah bersinar. “Saat jadi ketua Bamus Betawi 1991 – 1996, ia memberikan mesin tik elektrik (saat itu komputer belum familiar) ke semua organisasi yang di bawah Bamus. Tujuannya agar bisa dipakai orang Betawi dan membiasakan untuk menulis,” tukas Becky yang merupakan praktisi pertelevisian nasional.

    Beliau juga sangat perhatian dan konsen pada kaderisasi pemuda dan mahasiswa Betawi. “Mahasiswa UI pernah diterima saat beliau menjadi Asisten Operasi Pangab. Beliau bangga dan meminta didata, karena menurutnya generasi muda terpelajarlah yang kelak bisa mengangkat martabat Betawi,” bilang pria lulusan FISIP UI ini.

    Dalam dunia ke-Betawian ia punya tagline, BERMORAK yang punya arti Betawi Sebagai Motor Penggerak. Selamat jalan pejuang Betawi, semoga sang Maha Kasih beri tempat yang maha indah di alam sana. Semoga ruh semangat juangmu menjadi pengingat generasi masa depan Betawi.

    Sumber: wawancara dengan Becky Mardani dan http://www.jakarta.go.id (RE.Sadeli/Foto: http://www.jakarta.go.id)

    Related Post

    $(document).ready(function() {$('img#closed').click(function(){$('#bl_banner').hide(90);});});
    close
    Banner iklan disini