News Sticker
  •   PASTIKAN DIRI ANDA TERDAFTAR DALAM MENSUKSESKAN PEMILIHAN DAERAH GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR DKI JAKARTA (15 FEBRUARI 2017)  PERGUB NOMOR 11 TAHUN 2017 TENTANG IKON BUDAYA BETAWI RESMI DITANDATANGANI OLEH (PLT) GUBERNUR DKI JAKARTA (1/2/2017)   PERATURAN GUBERNUR(PERGUB) IKON BUDAYA BETAWI ANTARA LAIN ONDEL-ONDEL, KEMBANG KELAPA, ORNAMEN GIGI BALANG, BAJU SADARIAH KEBAYA KERANCANG, BATIK BETAWI, KERAK TELOR DAN BIR PLETOK 

  • PAMERAN TUNGGAL PELUKIS SARNADI ADAM: KARYANYA TERSEBAR DARI AMERIKA SAMPAI BELANDA

    Rachmad Sadeli Januari 2017 Tokoh


    Nama lengkapnya Sarnadi Adam atau biasa disapa Bang Nadi. Pria kelahiran kampung Simprug, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, 27 Agustus 1956 ini adalah seorang maestro lukis Betawi atau boleh juga disebut mutiara Betawi. Tiga puluh tahun sudah beliau geluti dunia lukis Indonesia dengan spesiliasi melukis tentang Betawi.

    Ya, pribadi lemah lembut ini memang piawai mainkan kuas di kanvas lukis. Padu padankan warna, keluarkan ide dari kepala, maka lahirlah banyak karya darinya tentang Betawi. Wajah-wajah penari Betawi, Delapan Penari Cokek Sehabis Pentas Di Rumah Kawin, Dialog Tiga Penari Betawi, Kampungku Yang Hilang Tak Akan Kembali Lagi, Menonton Pembangunan, merupakan judul-judul lukisannya.

    Nah, untuk meneguhkan dirinya berkarya dalam seni lukis Betawi, mulai 2 Juni 2016 lalu sampai 12 Juni 2016, Sarnadi Adam menggelar pameran tungal dengan tema Betawi Dalam Lukisan di Bentara Budaya Jakarta. Tak kurang dari 41 lukisannya tentang Betawi dipamerkan di rumah budaya yang didesain oleh Romo Mangun Wijaya ini.

    Membaca lukisan Sarnadi Adam adalah seperti melihat ke relung jiwa kaum Betawi. Ada rasa yang hilang ketika melihat kondisi sekarang. Pohon, rumah, warung, penari, delman, tanah, cokek, pengantin di Betawi dengan indah dilukiskan. Permainan warna yang menarik membuat karyanya tersebar bukan hanya di Indonesia, tapi juga di mancanegera mulai dari Belanda sampai Amerika. Pameran demi pameran dilaluinya. "Saya berjuang 20 tahun biar bisa diakui sebagai pelukis Betawi. Tadi melukis seperti pelukis umumnya. Ketika mencoba melukis tentang Betawi sambutannya postif," kata Sarnadi Adam yang mulai gemar melukis di tanah basah ketika masih kecil.


    Diskusi

    Beragam penghargaan sudah diraihnya, mulai dari Pelukis Terbaik Jakarta 2000 diberikan Pemda DKI Jakarta, Satya Lencana Karya Satya ke X tahun 2000 dan XX tahun 2011. Luar biasa memang pria yang juga dosen di Fakultas Bahasa Dan Seni, Universitas Negeri Jakarta ini.

    Gelaran pameran tunggal di Bentara Budaya ini dibuka oleh Ahmad Syarofi, Sekjen Lembaga Kebudayaan Betawi (2/6), lalu ada sambutan dari Efix Mulyadi selaku kurator, sambutan Frans sartono dari Bentara Budaya dan sambutan dari Sarnadi Adam.

    Lalu esok harinya (3/6) diisi dengan diskusi dengan tema Membaca Karya Sarnadi Adam Dikaitkan Dengan Kehidupan & Budaya. Pembicaranya, JJ Rizal (Sejarawan), Bambang Bujono dan moderator Zen Hae. Hadir padan diskusi itu Eka Budaianta (Penulis, Pendongeng), Sri Warso Wahono (penulis) (Rachmad Sadeli/Foto: Rachmad Sadeli)

    Related Post

    $(document).ready(function() {$('img#closed').click(function(){$('#bl_banner').hide(90);});});
    close
    Banner iklan disini