News Sticker
  •   PASTIKAN DIRI ANDA TERDAFTAR DALAM MENSUKSESKAN PEMILIHAN DAERAH GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR DKI JAKARTA (15 FEBRUARI 2017)  PERGUB NOMOR 11 TAHUN 2017 TENTANG IKON BUDAYA BETAWI RESMI DITANDATANGANI OLEH (PLT) GUBERNUR DKI JAKARTA (1/2/2017)   PERATURAN GUBERNUR(PERGUB) IKON BUDAYA BETAWI ANTARA LAIN ONDEL-ONDEL, KEMBANG KELAPA, ORNAMEN GIGI BALANG, BAJU SADARIAH KEBAYA KERANCANG, BATIK BETAWI, KERAK TELOR DAN BIR PLETOK 

  • Betawi dan Keragaman Jakarta

    Mohammad Hisyam Rafsanjani Januari 2017 Sejarah

    Sejarah Singkat Jakarta dan Batavia
    Secara sejarah penduduk di DKI Jakarta terdapat beberapa masa sampai sekarang untuk diklasifikasikan.Di antaranya, masa penduduk di DKI Jakarta berasal dari Masa Sejarah, Masa Tarumanegara, Masa Sunda Kelapa, Masa Jayakarta, Masa Kekuasaan Belanda. Sejarah perkembangan masyarakat Betawi di DKI Jakarta ini berasal dari beberapa periode tersebut.

    Adanya permukiman di daerah Jakarta diperkirakan sejak zaman prasejarah, khususnya zaman Batubara atau masa Masyarakat Bercocok tanam. Masa ini menurut pendapat beberapa ahli seperti Von Henegeldern dan Soehemi diperkirakan dari 2500-1500 S.M., yang sebenarnya tidak begitu berbeda dengan perkiraan pengendapan lumpur yang membentuk dataran alluvium daerah Jakarta yang diperkirakan Verstappen, yaitu 5000 tahun yang lalu.

    Dugaan waktu tersebut didasarkan pada bukti-bukti temuan arkeologi berupa artefak yang dihimpun pada masa Hindia Belanda dan telah diiventarisikan oleh Van der Hoop, dan kini tersimpan sebagai koleksi Museum Nasional, ditambah dengan hasil ekskavasi di situs Kelapa Dua sekitar tahun 1971 oleh Tim Survey Dinas Museum dan Sejarah DKI dan Lembaga Purbakala dan Peninggalan Nasional.

    Pada zaman Kerajaan Tarumanegara sejak awal abad pertama Masehi, pelayaran dan perdagangan internasional melalui Selat Malaka sudah ada.Orang-orang India yang sambil berdagang dan menyebarkan agama Hindu bertemu orang-orang dari Kepulauan Indonesia. Dengan adanya kontak ini, lambat laun terjadi proses akulturasi antara masyarakat yang tinggal di daerah Jakarta dan orang-orang India, seperti munculnya bentuk pemerintahan yang berbentuk kerajaan bernama Taruma yang dipimpin oleh Maharaja Purnawarman sejak pertengahan abad ke-5. Nama kerajaan dan nama rajanya dapat diketahui dari sejumlah prasasti yang banyak terdapat di daerah Bogor, dan salah satunya ada di Jakarta Utara yang disebut Prasasti Tugu. Prasasti ini menggunakan huruf Palawa dan bahasa Sanskerta.Meskipun tidak ada angka dan hanya berdasarkan atas palaeografi, para ahli memperkirakan prasasti tersebut berasal dari pertengahan abad ke-5 dan merupakan prasasti tertua di Pulau Jawa.

    Pada zaman Sunda Kelapa berdasarkan data arkeologis, historis, dan berita-berita asing pada masa pemerintahan Kerajaan Sunda Padjajaran yang ibukotanya adalah di daerah Bogor, Kalapa merupakan kota pelabuhan yang terpenting yang dimiliki oleh Kerajaan Sunda, seperti yang dilaporkan oleh seorang pelaut yang berasal dari Portugis, Tome Pires. Meskipun kerajaan itu beribu kota jauh di pedalaman, tetapi mempunyai fungsi sebagai negara kota (city state) yang melakukan perdagangan, yang bersifat nasional dan internasional. Untuk kegiatan perdagangan, selain Kalapa, kerajaan itu masih mempunyai enam pelabuhan lain, yaitu Banten, Pontang, Cigede, Tangerang, Cimanuk, dan Cirebon.Pelabuhan Kalapa oleh orang Portugis disebut Cunda Kelapa (maksudnya Sunda Kelapa).

    Keberadaan orang Portugis di Kalapa atau Sunda Kelapa pada abad ke-16 dapat dilihat dari batu bertulis Padrao yang dibuat Portugis pada 1521 M. Padrao ini ditemukan di Jalan Kunir, Jakarta Kota.Pada Padrao itu disebutkan bahwa utusan Portugis dan Raja Pajajaran membuat perjanjian, yang isinya bahwa Portugis dibolehkan membuat markas dagang di Sunda Kelapa.Portugus wajib memberi imbalan kepada raja Padjajaran.

    Pada Masa Jayakarta menjelang tahun 1527, situasi kondisi sosial-politik di Pulau Jawa berubah dengan masuknya agama Islam.Cirebon yang semula merupakan pelabuhan kerajaan Sunda Padjajaran telah menjadi Islam, dan bergabung dengan kerajaan Islam Demak.Begitu pula Banten di bawah Sultan Hasanuddin sudah merupakan kerajaan Islam.

    Demak yang gagal menyerang Portugis di Malaka pada 1513, dengan bantuan Cirebon dan Banten berupaya menyerang Portugis yang masih bercokol di Sunda Kelapa. Di bawah pimpinan Fatahilah (Falatehan atau Fadillah), serangan diluncurkan dari arah barat, dan berhasil mengenyahkan orang Portugis yang dipimpin oleh Francisco Sa. Menurut Soekanto peristiwa ini terjadi pada tanggal 22 Juni 1527, inilah momen bersejarah sebagai tanggal yang ditetapkan hari lahir DKI Jakarta.

    Pada zaman Sunda Kelapa berdasarkan data arkeologis, historis, dan berita-berita asing pada masa pemerintahan Kerajaan Sunda Padjajaran yang ibukotanya adalah di daerah Bogor, Kalapa merupakan kota pelabuhan yang terpenting yang dimiliki oleh Kerajaan Sunda, seperti yang dilaporkan oleh seorang pelaut yang berasal dari Portugis, Tome Pires. Meskipun kerajaan itu beribu kota jauh di pedalaman, tetapi mempunyai fungsi sebagai negara kota (city state) yang melakukan perdagangan, yang bersifat nasional dan internasional.



    Masa kekuasaan Belanda dapat dibagi dua periode. Pertama, masa VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie), yaitu dari sejak berdirinya Batavia pada 1579 sampai bubarnya VOC pada 1799. Kedua, masa Hindia Belanda (Nederlands Indisch) sejak bubarnya VOC sampai masuknya bala tentara Jepang tahun 1942.

    Pada periode pertama, masa kekuasaan VOC diawali dengan lengangnya kota Batavia yang baru dibangun saat itu. Penduduk Sunda Kelapa menyingkir jauh ke pedalaman saat VOC menyerang kota pelabuhan itu dan yang tersisa adalah sejumlah pegawai dan para serdadu, termasuk serdadu pribumi yang didatangkan Coen dari Ambon dan dari pulau-pulau Indonesia timur lainnya.

    Upaya pertama J.P. Coen dalam menghidupkan kota adalah mendatangkan penduduk dari berbagai tempat. Salah satunya adalah membujuk dan mengajak komandan komunitas Cina yang ada di Banten untuk pindah ke Batavia.Hal itu berhasil dengan datangnya orang Cina dari Banten sekitar 300 orang. Coen membuka pintu lebar bagi para pendatang yang dapat menyumbangkan tenaga bagi pembangunan kota yang baru didirikannya itu.

    Menurut Kanumoyoso upaya kedua pada abad ke-17, keamanan di Batavia dan Ommelanden mulai terjamin setelah VOC Berhasil mengikat kontrak perjanjian dengan Mataram pada 1677, Cirebon pada 1681, dan Banten pada 1684. Sejak itu, Ommelanden yang merupakan pendukung bagi kota Batavia mulai berkembang pesat. Akhir abad ke-17 adalah periode ekspansi ekonomi Batavia ke wilayah sekitarnya. Kegiatan pertanian, perkebunan, industry gula, pabrik arak, pembuatan batu bata, genteng, dan berbagai kegiatan produksi lainnya tumbuh dengan cepat. Hal ini tentu memerlukan tenaga kerja dalam jumlah besar.Terbukanya peluang kerja ini menyebabkan datangnya orang dari daratan Cina, pedalaman Jawa, dan dari berbagai penjuru Nusantara.

    Total penduduk Ommelanden menurut catatan pada 1691 adalah 47.729 orang, lalu pada 1731 bertambah menjadi 82.204 orang, dan pada 1781 menjadi 123.003 orang.

    Berdasarkan latarbelakangnya penduduk Batavia dan Ommelanden terbagi dalam kelompok berikut ini:

    1. Orang Eropa dan Meztizo. Mestizo adalah orang-orang yang ayahnya orang Eropa dan ibunya Asia. Biasanya mereka beragama Kristen. Secara kuantitas, orang Eropa dan Mestizo ini adalah penduduk minoritas di Batavia dan Ommelanden. Namun, dalam struktur sosial, mereka menempati kedudukan yang tinggi dan memainkan peranan yang penting dalam bidang ekonomi. Semua jabatan yang ada dalam pemerintahan berada di tangan mereka. Segala kepentingan mereka selalu didahulukan;

    2. Para prajurit pribumi yang berasal dari berbagai tempat di Nusantara yang pernah atau masih bertugas dalam dinas militer VOC. Mereka berasal dari Ambon, Makasar, Bugis, dan Bali. Mereka diberi perlakuan yang sama, yakni menempatkan mereka dalam sebidang tanah untuk membentuk kampung-kampung dan tempat tinggal mereka;

    3. Para budak maupun bekas budak yang telah dimerdekakaan. Sebutan bagi bekas budak yang telah dimerdekakan dan beragama Kristen adalah Mardijker. Kebanyakan dari mereka berasal dari Coromandel dan Bengal di India. Kemudian setelah VOC berhasil menaklukan Mataram pada 1666, banyak budak didatangkan dari Sulawesi, Bali, Timor, Buton, dan tempat lain di Indonesia timur;

    4. Para imigran bebas yang tertarik untuk datang ke Batavia yang terbanyak adalah dari Cina, orang Jawa dan dari daerah-daerah lain. Mereka tinggal menyebar di seluruh Ommelanden. Sejak pertengahan abad ke-19 dan awal abad ke-20, kedatangan imigran dari Eropa semakin besar, yaitu orang Belanda, Jerman, Prancis, dan Inggris. Orang Jerman dikenal sebagai penyumbang dalam bidang ilmu kesarjanaan, dan kehidupan budaya; orang prancis sebagai konsepsi mode, keluwesan, dan gaya hidup tersendiri.



    Betawi dan Jakarta
    Betawi adalah suku ethnik yang berasal dari Jakarta yang merupakan Ibukotanegara Republik Indonesia. Penetapan DKI Jakarta sebagai Ibukotanegara Republik Indonesiaditetapkan pertama kali pada tahun 1961 melalui Penetapan Presiden RI No. 2 Tahun 1961 tentang Pemerintahan DKI Jakarta Raya, hal tersebut merupakan cikal-bakal Jakarta ditetapkan sebagai ‘daerah khusus’ dan disebut sebagai Daerah Khusus Ibukota Jakarta (DKI Jakarta). Masyarakat Betawi merupakan masyarakat asli atau bisa disebut juga dengan Putra Daerah yang hidup berdampingan di antara suku bangsa yang lainnya. Menurut data BPS DKI Jakarta, jumlah suku bangsa yang hidup di DKI Jakarta sebanyak 31 suku bangsa. Keragaman budaya tersebut layaknya Melting Pot seperti Lance Castle sebutkan dalam penelitiannya yang menggambarkan DKI Jakarta sebagai wadah pertemuan antar suku yang ada di Indonesia.

    Berdasarkan sensus penduduk Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta pada tahun 2010 menurut Suku Bangsa, jumlah total penduduk masyarakat DKI Jakarta berdasarkan sensus tersebut sebanyak 9.575.423. Di nomor urut teratas Kelompok Suku Bangsa Jawa sebanyak 3.453.426, selanjutnya Kelompok Suku Bangsa Betawi sebanyak 2.700.722, kemudian Kelompok Suku Bangsa Sunda sebanyak 1.395.025, kemudian Kelompok Suku Bangsa Cina sebanyak 632.372. Empat daftar teratas Kelompok Suku Bangsa yang ada di DKI Jakarta.

    Selama ini berkembang pendapat bahwa Betawi berasal dari kata Batavia, dengan jalan pikiran bunyi a lenyap, sedangkan bunyi vi berubah menjadi wi, dan bunyi a pada suku ba melemah menjadi be. Jalan pikiran yang tampaknya masuk akal, tetapi agak sukar diterima karena orang Belanda pada zamannya menyebut orang Betawi dengan istilah Batvian atau Bataviaan. Ada lagi yang melansir cerita yang tidak masuk akal bahwa kata Betawi berasal dari kata bau tai. Ketika dikepung tentara Mataram, orang Belanda di dalam benteng kehabisan amunisi, lalu mereka menggunakan kotorannya untuk dijadikan peluru meriam.

    Menurut Fillet dalam teorinya menjelaskan bahwasanya asal suku kataBetawi berasal dari nama tumbuhan perdu Gulinging Betawi, Cassia Glance, kerabat papilionaecae. Gulinging Betawi ini adalah tanaman perdu, kayunya bulat dan kokoh. Sementara itu, menurut Ridwan Saidi dulu banyak tumbuh di Nusa Kelapa Jakarta dan di Kalimantan Barat dengan namaBekawi. Menurut Abdul Chaer nama betawi ini dikatakan berasal dari tumbuhan adalah lebih rasional dikarenakan banyak tempat di Jakarta tepatnya di Kali Cisadane sampai Kali Citarum yang berasal dari nama tumbuhan/pohon, seperti Menteng, Karet, Duku, Gandaria, Kemang, Malaka, dan Bintaro. Ada banyak pula yang didahului dengan kata seperti Kebun Pala, Kebun Singkong, Kebun Jahe, Kebun Nanas, Kebun Kacang, dan Kebun Jati.

    Karakteristik orang Betawi banyak yang menafsirkan dalam perspektif territorial, agama, budaya, keturunan dlll. Jikalau ditelisik dalam perspektif territorial Betawi identik dengan Jakarta.Oleh karenanya, orang Betawi merupakan orang yang bermukim di ibukota negara tersebut. Akan tetapi, jikalau dikaitkan dengan perspektif budaya, masyarakat Betawi banyak yang bermukim di luar (pinggiran) kota Jakarta dan mereka hidup layaknya seperti masyarakat Betawi pada umumnya yang corak kebudayaan dan adat istiadat layaknya orang-orang Betawi.Maka dari itu, ada yangmenyebutkan ‘Betawi Tengah’, ‘Betawi Kota’, ‘Betawi Pinggiran’.

    Orang-orang yang mendefinisikan masyarakat Betawi dalam perspektif agama mereka mengartikan orang betawi ialah orang yang menganut agama Islam.Karena, orang-orang Betawi sangat kental dengan nuansa Islamya.Bahkan mereka menyebut “Betawi yang bukan Islam bukanlah orang Betawi”. Sementara itu, ada beberapa penemuan yang mengatakan di Kampung Tugu Jakarta Utara terdapat beberapa kelompok yang menyatakan mereka orang Betawi, akan tetapi mereka beragama non-Islam. Hal itu diakibatkan orang tua mereka yang berasal dari golongan eropa yang berdagang sekitar pada abad ke-17 di pelabuhan sunda kelapa pada waktu itu menikahi gadis-gadis pribumi yang ada di Jakarta.

    Keturunan atau genetik yang mengartikan orang-orang betawi ialah mereka yang berasal dari darah dan/atau keturunan ibu/bapaknya Betawi. Mereka bisa disebut betawi jikalau Ibu dan Bapak nya menikah yang kedua-duanya dan/atau salah satunya orang Betawi maka ia bisa disebut dengan orang Betawi. Maka dari itu, ada yang masih ‘kolot’ mengatakan orang yang hanya lahir di Jakarta, namun ibu dan/atau bapak mereka bukan berasal dari keturunan Betawi, mereka tidak bisa disebut dengan orang Betawi.

    Badan Musyawarah Masyarakat Betawi (Bamus Betawi) di dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) juga menjelaskan definisi Betawi yang menyatakan bahwa ada empat criteria orang Betawi:

    1. Genetis yaitu berdasarkan garis keturunan (bapak dan ibunya Betawi atau salah satunya Betawi);

    2. Sosiologis yaitu orang yang berprilaku budaya Betawi atau menyandang kebudayaan Betawi dalam kesehariannya;

    3. Antropologis yaitu seseorang yang peduli dan memiliki kepedulian terhadap budaya Betawi;

    4. Geografis yaitu masyarakat yang hidup dalam teritori budaya Betawi, yaitu Jakarta, sebagian daerah Tangerang, dan sebagian daerah Bekasi.

    Related Post

    $(document).ready(function() {$('img#closed').click(function(){$('#bl_banner').hide(90);});});
    close
    Banner iklan disini