News Sticker
  •   PASTIKAN DIRI ANDA TERDAFTAR DALAM MENSUKSESKAN PEMILIHAN DAERAH GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR DKI JAKARTA (15 FEBRUARI 2017)  PERGUB NOMOR 11 TAHUN 2017 TENTANG IKON BUDAYA BETAWI RESMI DITANDATANGANI OLEH (PLT) GUBERNUR DKI JAKARTA (1/2/2017)   PERATURAN GUBERNUR(PERGUB) IKON BUDAYA BETAWI ANTARA LAIN ONDEL-ONDEL, KEMBANG KELAPA, ORNAMEN GIGI BALANG, BAJU SADARIAH KEBAYA KERANCANG, BATIK BETAWI, KERAK TELOR DAN BIR PLETOK 

  • Mansur Daman: Orang Betawi Komiknya Mendunia

    Rachmad Sadeli Agustus 2016 Seni & Budaya

    Mansur Daman Seorang Kartunis Yang Karyanya Mendunia


    Majalah Betawi - Ada ikatan emosional yang kuat saat saya membaca komik silat. Sedari kecil orang tua saya biasa baca komik. Salah satu yang saya ingat adalah komik Mandala Siluman Sungai Ular. Ya, tepat 17 Agustus 2016, saya berjumpa dengan Mansyur Daman pembuat komik serial Mandala. Sungguh sebuah kejutan, saya bisa jumpa pembuat komik yang melahirkan tokoh Mandala, Tiga Serangkai Kepala Besi dan Kupra. Semuanya mengisi langit pikiran saya sejak kecil. Lebih senang lagi saya bisa jumpa dengan pembuat komiknya, Mansyur Daman atau biasa disapa Man. Sungguh menarik menggali kisah Mansyur Daman yang karyanya saat ini terbit di Amerika melalui majalah The Creeps. "Sebelumnya karya saya terbit di Kanada," ungkap pria kelahiran Tanah Abang, 3 Juli 1946. Informasi di internet mengenai karyanya, menjadi jalan karyanya bisa terbit di Amerika. "Mereka orang Amerika suka setelah melihat karya saya di internet," ungkap Mansyur yang saat ini tinggal di Ciputat. Bagaimana proses kreatif seorang Mansyur Daman bermula? Ya, menurutnya ia mulai suka menggambar sejak SD. "SD ane di Kebon Melati, Tanah Abang. Suka nyontoh komik yang ada. Babe saya tukang bangunan, mau beli kertas aje susah, ane gambar pakai kertas sabun mandi," ujar Mansyur yang cinta akan profesinya ini.

    "Saya ada yang pesan atau tidak, tetap buat komik," ungkap Daman.

    Proses belajar dari SD ini membuatnya tak ragu menawarkan karyanya ke penerbit. "Penerbit bilang, udah ada bakat nih dek. Ane bawa pulang, ketika balik lagi penerbitnya bilang udah bisa nih," bilang Mansyur. Dari ini, ia mulai bekerja, membuat cover komik koboy. "Dulu kan lagi zaman cerita koboy, pocket book, ya ane kerja disuruh bikin cover koboy," bilang Mansyur. Setelah bergelut di bidang pembuatan cover komik, lama-lama berpikir buat bikin komik sendiri. "Tahun 1965, terbit komik pertama berjudul Istana Hantu," kata Mansyur. Lalu, karyanya terus bergulir, lalu Mansyur membuat komik cerita nabi-nabi, maulid nabi, Isra Mi Raj dan lainnya. Baru kemudian tahun 1976 melalui komik Golok Setan dikenal sebagai komikus. Berkat karyanya ini, lahir film Golok Setan dengan pemeran utama Barry Prima, produksi tahun 1980. Film ini sohor di dunia, salah satunya di Kanada. Luar biasa. Selain membuat cerita komik serial Mandala, Mansyur juga membuat komik dengan setting Betawi. Beberapa di antaranya adalah Pecah Kulit, Si Tompel, Roseta dan lainnya. Tak hanya itu, museum Kebangkitan Nasional, Sumpah Pemuda dan Naskah Proklamasi mempercayakan Mansyur untuk membuat komik perjuangan. Paling anyar karyanya berjudul Janji Pemuda. Saat ini Mansyur terus berkarya, ia sedang garap komik Benyamin Sueb dengan mengambil cerita dari film Bang Bens. "Saya ada yang pesan atau tidak, tetap buat komik," ungkap Daman. Ya, itulah Mansyur Daman, karyanya mendunia. Ada kegigihan dan semangat cinta yang bisa dicontoh generasi muda. Mimpi dan harapan selalu taruh di depan. Mansyur Daman telah membuktikannya dengan karya. (Rachmad Sadeli).

    Related Post

    $(document).ready(function() {$('img#closed').click(function(){$('#bl_banner').hide(90);});});
    close
    Banner iklan disini