News Sticker
  •   PASTIKAN DIRI ANDA TERDAFTAR DALAM MENSUKSESKAN PEMILIHAN DAERAH GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR DKI JAKARTA (15 FEBRUARI 2017)  PERGUB NOMOR 11 TAHUN 2017 TENTANG IKON BUDAYA BETAWI RESMI DITANDATANGANI OLEH (PLT) GUBERNUR DKI JAKARTA (1/2/2017)   PERATURAN GUBERNUR(PERGUB) IKON BUDAYA BETAWI ANTARA LAIN ONDEL-ONDEL, KEMBANG KELAPA, ORNAMEN GIGI BALANG, BAJU SADARIAH KEBAYA KERANCANG, BATIK BETAWI, KERAK TELOR DAN BIR PLETOK 

  • MENGENAL LEBIH DEKAT JAGO-JAGO DARI TANAH ABANG

    Roni Adi 1/01/2017 TANAH ABANG

    Latar Belakang
    Menurut Ridwan Saidi (1994, hal 190), kata jago berasal dari bahasa Portugis, jogo yang artinya permainan. Karena kata jago berkaitan dengan permainan, maka dalam setiap permainan tentu ada yang unggul. Maka perubahan kata jogo menjadi jago dapatlah dipahami. Istilah jago kemudian lebih melekat pada masalah perkelahian, sehingga jago juga berarti juara berkelahi.

    Pada perkembangan selanjutnya kata jago tidak hanya dikaitkan dengan perkelahian saja, tetapi mengacu pada keunggulan. Dan dalam konteks ini terdapat beberapa sinonim untuk kata jago yaitu : jempolan, kampiun dan pentolan.

    Tulisan tentang jago-jago dari Tanah Abang (baca : Tenabang) ini bukan dimaksudkan untuk lebih mengunggulkan tokoh-tokoh yang ada di Tanah Abang ketimbang jago dari tanah Betawi lainnya, tetapi hanya untuk mengenal lebih dekat sejarah jago-jago di Tenabang.

    A. Sekilas tentang Sejarah Tanah Abang
    Menurut Dato’ Ridwan Saidi, Tanah Abang sebagai plesetan De Nabang, lalu dalam perkembangan selanjutnya konsonan D berubah menjadi T. Nabang adalah nama jenis pepohonan yang tumbuh di atas bukit itu. Nabang, atau Tenabang, berubah menjadi Tanah Abang setelah pembangunan stasiun Kereta Api tahun 1890. Perusahaan kereta api menganggap Tenabang itu berasal dari Tanah Abang. Lalu nama itu secara resmi digunakan di stasiun kereta api. Besar kemungkinan pengelola stasiun adalah orang Jawa, ia mengira penyebutan Tenabang itu salah, lalu ia mencoba untuk membenarkan sendiri.

    Tanah Abang merupakan salahsatuwilayah yang cukuptua di Jakarta yang berusia 3000 - 3500 tahun.Hal ini mengacu pada hasil penelitian arkeolog Uka Tjandarasasmita (1977) yang mengemukakan bahwa paling tidak sejak zaman neolitikhum atau batu baru (sejak 3000 – 3500 tahun yang lalu), daerah Jakarta dan sekitarnya dimana terdapat aliran-aliran sungai besar seperti Ciliwung, Cisadane, Kali Bekasi, Citarum pada tempat-tempat tertentu sudah didiami oleh masyarakat manusia termasuk di wilayah Tanah Abang.

    Dari alat-alat yang ditemukan di situs-situs itu, seperti kapak, beliung, pahat, pacul yang sudah diumpam halus dan memakai gagang dari kayu, disimpulkan bahwa masyarakat manusia itu sudah mengenal pertanian (mungkin semacam perladangan) dan peternakan. Bahkan juga mungkin telah mengenal struktur organisasi kemasyarakatan yang teratur.

    Pada tahun 1648 seorang kapten Cinaber nama Phoa Bhingham mendapatkan izin dari Pemerintah Belanda untuk membuat sebuah terusan yang dimulai dari arah selatan sampai dekat hutan kemudian dipecah menjadi dua bagian, daerah timur sampai ke Kali Ciliwung dan kearah Barat sampai Kali Krukut. Terusan ini bernama Molenvliet dan berfungsi sebagai sarana transportasi untuk mengangkut hasil bumi dengan menggunakan perahu ke arah selatan sampai dekat hutan.

    Adanya Molenvliet memperlancar hubungan dan perkembangan daerah kota keselatan. Bahkan jalan-jalan yang berada di sebelah kiri dan kanan terusan itu merupakan urat nadi yang menghubungkan Lapangan Banteng, Merdeka, Tanah Abang, dan Jakarta Kota. Daerah selatan kemudian muncul menjadi daerah perkebunan yang diusahakan oleh tuan tanah orang Belanda danCina. Jenis perkebunan yang diusahakan antara lain kebunkacang (minyak kacang merupakan bahan komoditi yang laris), kebun jahe, kebun melati, kebun sirih, dan lainnya yang kemudian menjadi namawilayah sampai sekarang.

    Karena melimpahnya hasil-hasil perkebunan di daerah tersebut mendorongJ ustinus Vinck untuk mengajukan permohonan mendirikan sebuah pasar di daerah Tanah Abangd an Senen. Setelah mendapat izin dari Gubernur Jenderal Abraham Patras pada tanggal 30 Agustus 1735, Vinck membangun dua pasar, yaitu Pasar Tanah Abang dan Pasar Senen. Peranan Kali Krukut pun makin penting sebagai tempat berlabuhnya perahu yang memuat barang-barang yang akan dijual ke Pasar Tanah Abang. Selain digunakan sebagai sarana transportasi, Kali Krukut juga digunakan untuk keperluan sehari-sehari penduduk.

    Untukmenjagakebersihandanmencegahbanjir, PemerintahBelandamembuatpintu airpadatahun 1917. Kecamatan Tanah Abangkini termasuk wilayah Kotamadya Jakarta Pusat dan memiliki luas wilayah sekitar 931 hektar. Menurut data statistik 2015 yang diterbitkan oleh BPS Jakarta Pusat, secara administratif Kecamatan Tanah Abang terdiri dari 7 kelurahan, 70 RW, 716 RT dan 145.877 jiwa, dengan kepadatan penduduk 15.669 jiwa / km2.Kecamatan Tanah Abang terdiri dari Kelurahan Gelora (259 ha); Kelurahan Bendungan Hilir (158 ha); Kelurahan Karet Tengsin (154 ha); Kelurahan kebon Melati (126 ha); Kelurahan Petamburan (90 ha);Kelurahan Kampung Bali (73 ha); dan Kelurahan Kebon Kacang (71 ha).

    B. Sekilas tentang Jago-jago Tanah Abang
    Selain terkenal sebagai sentra perdagangan grosir tekstil terbesar di Asia Tenggara, Tanah Abang juga dikenal sejak dulu sebagai salah satu tempat yang melahirkan jago-jago silat (“maen pukulan”) antara lain Sabeni (1860 – 1945) dan Rachmat (1860 – 1935). Selain itu di Tanah Abang pernah lahir jago di bidang agama sekaligus guru spiritual Soekarno, yaitu Guru Mujib bin Sa’abah (1870 – 1950an). Tanah Abang juga melahirkan jago-jago maen pikiran alias intelektual antara lain Mahbub Djunaidi (1933 - 1995) dan Firman Muntaco (1935 - 1993).   Dalam tulisan ini, penulis hanya membatasi pada sejarah tokoh Sabeni, Rachmat dan Datuk Guru Mujib bin Sa’abah.

    Diskusi

    1.SABENI (1860 – 1945)
    Sabeni lahir sekitar tahun 1860 di Kebon Pala Tanah Abang dari orang tua bernama Chanam dan Piyah. Nama Sabeni mulai dikenal luas setelah Sabeni mampu mengalahkan salah satu jagoan di daerah Kemayoran yang dijuluki Macan Kemayoran ketika hendak melamar puteri si Macan Kemayoran tersebut untuk dijadikan isterinya. Selain itu ada peristiwa lain dimana Sabeni berhasil mengalahkan dengan telak Jago Kuntau dari Cina di Princen Park (sekarang bernama Lokasari) yang sengaja didatangkan oleh penjajah Belanda bernama Tuan Danu yang tidak menyukai aktivitas Sabeni dalam melatih para pemuda Betawi bermain silat atau maen pukulan.Oleh penjajah Belanda akhirnya Sabeni diangkat menjadi seorang Serean (sebutan untuk kepala kampung) di Tenabang.

    Bahkan dalam usianya yang tergolong lanjut (83 tahun) Sabeni juga masih sanggup mengalahkan jago-jago beladiri Jepang yang sengaja didatangkan oleh penjajah Jepang untuk bertarung melawannya. Tentara Jepang pun terkesima dengan kemampuan silat Sabeni dan tak lama salah seorang komandan tentara Jepang tersebut datang ke rumah Sabeni untuk menawarkan Sabeni agar melatih tentara khusus mereka di Jepang.

    Namun karena usia Sabeni yang sudah terlalu tua untuk bepergian dan melatih ketika itu (83 tahun), maka dikirimlah murid kepercayaan Sabeni yang bernama Salim untuk berangkat ke Jepang. Sabeni pun kembali menjalani hari-harinya di tanah kelahirannya, Tanah Abang Sampai usia 84 tahun Sabeni masih mengajar maen pukulan (beliau mengajar hampir keseluruh penjuru Jakarta bahkan untuk mendatangi tempat mengajar beliau biasanya berjalan kaki), sampai meninggal dunia dengan tenang dan didampingi oleh murid dan anak-anaknya pada hari Jumat tanggal 15 Agustus 1945 atau 2 hari sebelum Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dalam usia 85 Tahun dan dimakamkan di Jalan Kuburan Lama Tanah Abang. Saat ini kuburannya dipindahkan ke TPU Karet Bivak dan nama Jalan Kuburan Lama diganti oleh Pemda DKI menjadi Jalan Sabeni.

    2. RACHMAT (1860 - 1935)
    Rachmat bin H. Abdul Faqir lahir di Kebon Kacang, Tanah Abang sekitar tahun 1860 dan wafat pada saat berumur 75 tahun yaitu pada tahun 1935. Ketika ayahanda beliau hendak menunaikan ibadah haji ke tanah suci Mekkah, Rachmat kecil bersama saudara kandungnya Harun dititipkan kepada seorang ulama besar di Tanah Abang bermarga Alhabsyi. Rachmat hidup sejaman dengan Sabeni dan Mujeni (keduanya jagoan silat dari Tanah Abang). Beliau bersama dengan kawan-kawannya seringkali berkumpul di Masjid Jami’ Al Ma’mur, Tanah Abang.

    Silat Rachmat yang dikenal saat ini kebanyakan berasal dari putra beliau yaitu Marzuki bin Rachmat yang diturunkan kepada keponakannya yang bernama Ramdani bin Suhaemi atau akrab dikenal Cing Ram. Alm Cing Ram adalah cucu Rachmat hasil perkawinan dari putri beliau Robiah dan Suhaemi. Selain kepada Marzuki, Rachmat juga mengajarkan ilmu silatnya kepada anak-anak beliau yang lain seperti Arif dan Nasihun serta murid beliau yang masih familinya bernama Abdul Shomad atau lebih dikenal Cang Dus.

    Walaupun sama-sama memiliki nasab ajaran silat dari Rachmat, namun penulis melihat terdapat perbedaan karakteristik silat Rachmat jalur Cing Ram dan jalur Cang Dus. Menurut penulis, jurus-jurus silat Rachmat jalur Cing Ram lebih menekankan unsur seni dan keindahan, sedangkan jurus-jurus jalur Cang Dus lebih menekankan aplikasi yang mematikan karena digunakan untuk tempur di lapangan.

    Diskusi

    3.Datuk Guru Mujib bin Sa’abah (1870 – 1950 an)
    Guru Mujib adalah salah seorang murid dari Guru Khalid Gondangdia. Lahir di Warung Ayu, Tanah Abang pada tahun 1870 dan sezaman dengan Habib Ali Kwitang. Datuk begitu orang asli Tenabang hingga saat ini mengenal dia. Priaketurunan Raja Bone, Sulawesi Selatan, itu lama berdiam di daerah Warung Ayu, Tanah Abang hingga akhir hayatnya Berbeda dengan ulama Betawi lainnya, setelah mengaji di tanah air, ia tidak meneruskan ngajinya ke Makkah. Ia memilih untuk mengaji ke India.

    Sepulangnya ketanah air, ia membuka pengajian dengan mengajarkan fiqih, tauhid, akhlak, dan membacakan maulid. Namun tidak sebatas membacakan maulid, ia juga menyusun kitab maulid rawi bahasa Indonesia yang ditulis dalam bahasa Arab Melayu berjudul Bacaan Maulid Nabi Muhammad saw. dalam Bahasa Indonesia. Kitab ini adalah terobosan bagi umat Islam di Betawi maupun di Indonesia karena sejak tahun 1940 sampai sekarang rawiini dibacakan dan memiliki grup rawinya sendiri yang lengkap dengan alat perkusinya, khususnya yang tergabung di Ikatan Seni Betawi Tenabang (ISBAT). Bahkan, pukulan rebananya memang khas pukulan Tenabang.

    Kelebihan maulid rawi bahasa Indonesia iniadalah orang awam yang tidak memahami bahasa Arab dapat menikmati dan menghayati pembacaan rawi Maulid Nabi saw. karena dapat dipahami, berbeda dengan rawi Barzanjid an Ad-Diba. Guru Mujib bukan hanya mengarang kitab maulid rawi bahasa Indonesia saja, ada beberapa kitab lainnya di bidang fiqih dan akhlak. Guru Mujib juga dikenal kepahlawanannya. Pada agresi Belanda II yang mendompleng dengan sekutu, tentara Gurka menembakan meriamnya dari Pekuburan Karet Bivak kearah Tenabang. Orang-orang lari berlindung kemusholla Guru Mujib.

    Konon, ketika orang-orang berlindung di mushollanya, Guru Mujib dengan segenap karomah yang diberikanoleh Allah swt. keluarrumah untuk menghalau peluru meriam dengan sabetan sorbannya. Kisah ini begitu membekas di hati orang-orang Tanah Abang dan kemudian dikisahkan turun-temurun sampai sekarang Nama Datuk begitu terkenal karena ajarannya melalui syair. Saking terkenalnya, Soekarno kerap datang kerumahnya. Bukan hanya Soekarno yang kerap berkunjung, tapi juga Haji Agus Salim dan Sutan Sjahrir.

    Soekarno kepincut setelah membaca syair kemerdekaan karangan DatukMujib.Itu terjadi setelah murid-muridnya menjual syair itu di depan istana. Sejak saat itu, Datuk juga sering dipanggil ke Istana menemui Soekarno. Namun kebanyakan Soekarno menemui Datuk di kediamannya atau di dalam langgar sebelah rumahnya.

    Guru Mujib wafat padatahun1950-an dan dimakamkan di salah satu tempat di sekitar Perkuburan Karet Kebembem. Namun orang tidak bisa menemukan kembali kuburannya karena telah ditimbu noleh apartemen yang berdiri di atas makamnya, sesuatu yang merupakan bukti dari wasiat dari Guru Mujib ketika masih hidup dan bukti kewaliannya agar kelak kuburannya tidak diziarahi orang kemudian disakralkan dan dijadikan orang untuk ngalap berkah. Jika ingin mengirimkan do`a untuknya cukup di tempatnya masing-masing atau di masjid dan mushola.

    Related Post

    $(document).ready(function() {$('img#closed').click(function(){$('#bl_banner').hide(90);});});
    close
    Banner iklan disini