News Sticker
  •   PASTIKAN DIRI ANDA TERDAFTAR DALAM MENSUKSESKAN PEMILIHAN DAERAH GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR DKI JAKARTA (15 FEBRUARI 2017)  PERGUB NOMOR 11 TAHUN 2017 TENTANG IKON BUDAYA BETAWI RESMI DITANDATANGANI OLEH (PLT) GUBERNUR DKI JAKARTA (1/2/2017)   PERATURAN GUBERNUR(PERGUB) IKON BUDAYA BETAWI ANTARA LAIN ONDEL-ONDEL, KEMBANG KELAPA, ORNAMEN GIGI BALANG, BAJU SADARIAH KEBAYA KERANCANG, BATIK BETAWI, KERAK TELOR DAN BIR PLETOK 

  • BANG UCU, TOKOH TANAH ABANG

    Roni Adi Januari 2017 Tokoh

    Sosoknya masih tegap walau usianya tak muda lagi. Perawakannya tak besar, tetapi langsing dengan otot yang masih liat. Bagi warga Tanah Abang, tidak ada yang tidak kenal bang Ucu. Muhammad Yusuf Muhi atau lebih dikenal dengan panggilan bang Ucu yang lahir di Tenabang, 21 April 1946. Mempunyai 2 orang istri dan 16 anak yang tinggal di Tanah Abang dan Tebet.

    Pada tahun 1993 bang Ucu mendirikan Ikatan Keluarga Besar Tenabang (IKBT) yang bergerak di bidang sosial kemasyarakatan, jasa keamanan dan penyaluran tenaga kerja anak-anak Tenabang. Bang Ucu lebih senang disebut pedagang atau pengusaha daripada disebut jagoan apalagi disebut preman. Sekarang bang Ucu sedang menikmati hidupnya sebagai peternak kambing dan ikan di Bogor serta ingin tetirah untuk mendekatkan diri dihadapan Alloh SWT.

    Dalam perjalanan hidupnya, bang Ucu selalu jalan sendiri ke mana-mana. Sesuai gambar tato di tangannya yang bertuliskan “Lonely Heart”. Dia tidak pernah mengandalkan teman-temannya kalau ada masalah di lapangan alias single fighter. Walaupun begitu tetap saja banyak teman-temannya yang ingin membantu kalau dia dalam kesulitan atau permasalahan dengan orang lain.

    Bang Ucu berprinsip, “Biar loe dijagain pasukan atau diberikan pagar betis, tapi kalo Alloh mau ambil nyawa loe, gak ada urusan, siape yang bisa tahan kalo Alloh udeh mau ambil”. Makanya dalam hidup ini kita harus jadi orang baik, apalagi kita anak Tenabang ini berasal dari keturunan orang baik, kakek moyang kita adalah orang alim dan pedagang, bukan pengemis apalagi preman.

    Sejak masih muda ada satu prinsip bang Ucu yang sampai saat ini masih dia pegang. Kalo perlu apa-apa, banyakin minta sama Alloh – Yang Ahad dan berbakti kepada kedua orang tua terutama kepada Ibu. Pernah suatu ketika bang Ucu muda sedang berkelahi dengan temannya, ibunya datang langsung menegur dan menjewernya. Dia cium tangan dan langsung pulang . Makanya satu pesan dia kepada kita yang memang seharusnya kita pegang teguh, “Girangin hati Ibu dan taat sama Ibu , karena itu keramat berjalan. Kalau perlu cium kaki ibu, minta ridhonya karena kalau Ibu sudah ridho kepada kita, Alloh pasti juga ridho sama kita”.

    Di penghujung usia senjanya masih saja bang Ucu memancarkan semangat juangnya. Bang Ucu mengajak Sikumbang Tenabang kapan-kapan untuk membantu KPK sebagai tameng KPK. Kita bantu KPK karena KPK bener. Tapi kalau KPK gak bener, ya jangan dibantu, begitu katanya.


    Diskusi

    Belajar maen pukulan
    Bang Ucu banyak belajar maen pukul di antaranya maenan Sabeni, Rachmat, Cingkrik dan Gerak Rasa. Bang Ucu belajar maen pukul kepada teman-teman seangkatannya dengan cara saling mengisi kekurangan dan tukar menukar pendapat dalam membuka buah dari jurus, di antaranya pada saat belajar Rachmat kepada alm bang Kukung. Sedangkan kemahiran beliau dalam bermain golok didapat dari latihannya secara otodidak alias tanpa guru. Kata bang Ucu, “Sabeni tanpa Rachmat pincang, Rachmat tanpa Sabeni juga pincang. Sabeni dan Rachmat saling mengisi”.

    Selain itu sewaktu belajar silat dia melakukannya setelah mengaji dan mengkaji Al Quran. Pesannya kalau mau belajar silat harus disertai sholat dan ngaji supaya tidak jadi orang sombong. Karena kalau tidak disertai sholat dan ngaji, pasti yang timbul sifat kejagoan dan kesombongan. Rasanya sok, pengen ngetes melulu.

    Dalam wawancara dengan beliau, kami diberikan resep rahasia latihan olah tubuh dan olah rasa yang selama ini dipraktekkan olehnya. “Dalam menghadapi musuh, nyali kita mesti gede, siape cepet die yang dapet. Biar musuh pletak-pletok maenin jurus, kalo hatinye nyingnying belum tentu die menang. Tapi kalo nyali segede gunung, setiap pukulan pasti keliatan”, begitu tukas bang Ucu.

    Sewaktu masih muda, kalau bang Ucu jalan ke mana-mana, dia selalu membawa geretan kayu, segenggam pasir dan cabe yang sudah ditumbuk ke dalam sebuah kantong. Hal ini untuk jaga-jaga karena kebanyakan orang kalau berkelahi tidak gentle alias beraninya keroyokan. Dalam menghadapi musuh, ludah pun bisa dijadikan senjata ampuh. Kalo sudah terdesak ludah itu diarahkan ke mata lawan. Gak mungkin musuh mau menangkis ludah kita, katanya.

    Dalam melatih gerakan reflek mata dan kecepatan tangan, bang Ucu selalu melatih “Longok Monyet”, yaitu salah satu gerakan dalam jurus Kelabang Nyebrang maenan Sabeni. Di masa mudanya, bang Ucu sering melatih kecepatan tangan dan kejelian matanya juga dengan melempar sebatang rokok Jinggo ke atas kepala dan ketika jatuh diambilnya dengan menggunakan tusukan gigi. Sampai sekarang pun kejelian matanya masih terasah. Di tengah wawancara, dia mempraktekan dengan membaca tulisan peringatan bahaya di bungkus rokok sampai habis tanpa menggunakan kacamata, padahal tulisannya sangat kecil. Dia juga mahir dalam menggunakan pistol dan senapan angin untuk menembak sasaran yang bergerak.

    Ketika ditanya mengenai jaket kulit yang sering dipakai, yang kata orang jaketnya ada ”isinya” sehingga dia bisa kebal. Bang Ucu bilang emang jaketnya ada isinye yaitu : benang, kancing dan bahan kulit. Semua ilmu yang didapat hanya dari Alloh SWT, gak ada ilmu laen katanya. Memang beliau selalu mengamalkan wiridan khusus yang didapat dari ilmu warisan Guru Mujib (amalannye ape, rahasia dapur ye… hehe). Hal ini pernah dibuktikan waktu dia dikeroyok oleh puluhan orang di Jakarta, Banten, Solo, Tegal dan lain-lain tempat, tapi Alhamdulillah dia tidak kenapa-napa alias masih selamat. Bukan lantaran bang Ucu punya punya ilmu kebal, tapi karena yang ngeroyok, yang bacok maupun yang mau nembak dia orang bodoh, katanya. Dalam perjalanan ke daerah Jawa Tengah dia pernah kecelakaan tabrakan mobil hingga mobilnya hancur terbelah dua. Alhamdulillah ternyata dia cuma luka sedikit.

    Pesan bang Ucu : selain sholat fardlu, perbanyaklah sholat sunnah dan kalau mau zikir jangan terburu-buru. Dan sering-sering bangun malam, mandi pagi terus tahajud dan latihan pernafasan. Sejatinya gerakan wudlu dan sholat adalah gerakan silat, katanya. Wudlu mengajarkan kita untuk tidak berbicara sekata-katanya, tangan jangan nampar sembarangan, kalo bukan barang milik sendiri jangan diambil. Mumpung masih muda banyakin gerak. Perbanyak jalan kaki di siang hari selain untuk pembakaran lemak juga untuk ketahanan fisik. Sewaktu jalan lakukan jongkok terus bangun, jalan lagi terus jongkok dan bangun. Lakukan terus secara berulang-ulang.

    Berawal dari pelarian karena patah hati
    Sewaktu masih muda dia suka menantang berkelahi jago-jago silat untuk mengetes keberanian dan kelihaian maen pukulnya. Bukan maksud untuk jadi jagoan sebenarnya tetapi semua berawal sebagai pelarian karena pernah patah hati lantaran putus cinta dengan kekasihnya wanita asal Bogor (daripada patah hati pengen bunuh diri, mending ngetes jago-jago silat laen. hehe… red). Maklum pada saat itu masih bego, seolah dunia seperti daun kelor saja, katanya.

    Pada tahun 1996 pada saat kejadian ribut anak –anak Tenabang dengan kelompok Hercules. Kalau tidak karena Letjen. Prabowo (pada saat itu masih sebagai Danjen Kopassus) dan Mayjen. Hamami Nata (Kapolda Metro Jaya) yang menelepon bang Ucu dan mengirimkan utusannya untuk minta tolong ke bang Ucu agar Hercules diselamatkan, mungkin Hercules sudah mati pada saat itu oleh bang Ucu dan anak-anak Tenabang.

    Nah tugas kita sekarang adalah menghilangkan image negatif kalo Tenabang itu masih wilayah kekuasaan Hercules walaupun Hercules dan kawan-kawannya sendiri sudah angkat kaki dari Tenabang sejak tahun 1996. Tugas kita sebagai warga asli Tenabang agar menjaga kampung kita dari orang luar yang mau masuk merusak keamanan kampung Tenabang.

    Bang Ucu sendiri merasa malu kalo disebut jagoan. Yang jagoan itu cuma ayam yaitu ayam jago. Dia sering istighfar kalau disebut jagoan. Lebih baik kita disegenin daripada ditakutin. Lebih baik punya banyak kawan dan saudara, daripada punya banyak musuh. Apalagi kalau musuhnya orang kampung sendiri. Dan perbanyaklah silaturahim dengan siapa pun. Begitu prinsip hidupnya.

    Jakarta itu Jalan Karet Tanah Abang
    Ada pernyataan bang Ucu yang cukup mengagetkan bagi kami waktu beliau menyampaikan ada pameo mengatakan ”JAKARTA itu singkatan dari Jalan Karet Tanah Abang”. Yang menginformasikan berita ini adalah Ibu Megawati Sukarnoputri dan Bapak Santayana Kemas, adiknya Bapak Taufik Kemas.

    Sewaktu Bung Karno membuat nama Jakarta, peristiwa ini disaksikan langsung oleh Guru Mujib dan tokoh-tokoh Tanah Abang diantaranya Sabeni dan Rachmat.

    Kedekatan hati Bung Karno dengan Tanah Abang bukan tanpa sebab. Menurut bang Ucu, ternyata tongkat komando yang selalu dipegang oleh Bung Karno adalah pemberian Guru Mujib, guru tauhid dari Tanah Abang (baca sejarah Guru Mujib di artikel sebelumnya). Sedangkan peci yang selalu dipakai oleh Bung Karno adalah buatan Bapak Mustofa, tukang peci dari Kebon Pala I, Tanah Abang. Alm Ibu Fatmawati, istri Bung Karno sendiri dikuburkan di pekuburan Karet Bivak Tanah Abang.

    Harapan dan pesan kepada anak-anak Tenabang
    Sekarang bang Ucu lebih seneng mendukung komunitas Sikumbang Tenabang karena misi utama Sikumbang Tenabang adalah menjaga pelestarian seni maen pukul betawi, menjadikan maen pukul sebagai sarana silaturahim dan dakwah, mempererat ukhuwah Islamiyah dan bashariyah serta berusaha untuk konsisten menjaga independensi dari kepentingan politik tertentu. Mudah-mudahan anak-anak Tenabang berjaya dalam kebaikan, kebersihan hati dan kemuliaan akhlak orang-orangnya. Bukan karena punya pasukan banyak tapi kelakuannya petangtang petengteng.

    Dia juga berpesan agar kita selalu memperbanyak silaturahim karena akan menambah kekuatan, rezeki, kesehatan dan membuat awet muda. Lebih baik mencari kawan daripada musuh. Apalagi zaman sekarang beda kaos aja jadi pada merengut alias jadi bermusuhan. Rasulullah SAW dibenci dan dicaci maki sama orang lain tidak pernah marah. Malah mendoakan orang-orang yang membencinya karena Rasulullah menganggap orang-orang yang membencinya belum tau risalahnya.

    Related Post

    $(document).ready(function() {$('img#closed').click(function(){$('#bl_banner').hide(90);});});
    close
    Banner iklan disini